Surat Al-Mulk
Di antara jemari waktu yang mengalir,
Kuasa-Nya tak terbendung, tak terbatas,
Mahkota kerajaan alam semesta
Tergenggam dalam tangan Yang Maha Perkasa.
Kematian dan kehidupan, dua sisi koin abadi,
Dicipta bukan tanpa makna dan tujuan,
Tetapi sebagai ujian kemuliaan jiwa,
Siapakah di antara kita yang terbaik dalam amal?
Tujuh langit berlapis-lapis menghampar megah,
Dalam ciptaan sang Maha Pengasih tiada cacat terlihat,
Tataplah kembali dengan mata yang jeli,
Adakah kau temukan celah dalam kesempurnaan-Nya?
Pandanglah sekali lagi, lalu sekali lagi,
Hingga matamu lelah dan kembali tertunduk,
Menyerah dalam kelemahan yang nyata,
Di hadapan keagungan Yang Maha Kuasa.
Dalam keheningan semesta yang berbisik,
Rahasia-rahasia-Nya tersembunyi di balik cakrawala,
Kita hanyalah butiran debu yang bernapas,
Saksi bisu kemuliaan tak terbatas.
Betapa Maha Pengasih Dia yang menciptakan,
Betapa Maha Pengampun kepada yang kembali,
Dalam setiap tarikan nafas kita,
Tersirat bukti kehadiran-Nya yang abadi.
Maka bergegaslah dalam berbuat kebaikan,
Sebelum kematian menjemput tanpa peringatan,
Karena kehidupan adalah ujian sementara,
Dan kembali kepada-Nya adalah kepastian.
Di bawah langit yang membentang tanpa batas,
Di atas bumi yang berputar tanpa henti,
Kita adalah saksi kebesaran-Nya,
Dalam kefanaan yang terus berganti.