Al-Baqarah 163
Dalam sunyi yang paling jujur,
aku belajar menyebut satu nama,
bukan sebagai hitungan,
melainkan sebagai kepastian.
Ia Esa—
bukan karena tiada yang lain disebut,
melainkan karena segala yang ada
kembali pada-Nya.
Di sela napas yang rapuh,
kasih-Nya lebih dahulu hadir
sebelum doa sempat dirangkai.
Ar-Raḥmān—
rahmat yang meliputi semesta,
mengalir bahkan pada hati
yang sering lupa arah.
Dan saat langkahku tertatih,
Ar-Raḥīm mendekap lebih dekat,
kasih yang personal,
menyentuh luka yang tak terucap,
menguatkan iman yang nyaris retak.
Maka kepada siapa lagi
aku menggantungkan harap,
jika bukan kepada Yang Esa,
Yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang—
tempat segala rindu
pulang dengan tenang.